
Jakarta- Banyak orang beranggapan bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan karena menyebabkan kanker dan penyakit pernafasan lainnya. Tapi anggapan itu dibantah oleh teori fisika kimia dan biologi yang menemukan teknologi pengubah asap rokok menjadi partikel ukuran kecil. Hal tersebut merupakan revolusi besar sejak dikembangkannya nanoscience dan tecnology.
Penelitian akhir yang dilakukan Wanda Hamilton kebangsaan Amerika Serikat menjelaskan bahwa dalam rokok terkandung Gold/aurum/emas yang menjadikan perokok sehat. Bahkan orang Indian Amerika tempo dulu menggunakan tembakau sebagai obat. Dilaporkan juga partikel Aurum dapat digunakan untuk mengobati penyakit degenerasi terutama kanker. ( National Geographic, Juni 2006).
Wanda menemukan formulasi pengubahan racun hg/amalgam dalam rokok menjadi artificual aurum, kemudian memperkecil struktur asap menjadi partikel berenerget yang mampu menscavenger bau dan toxic material sehingga rokok menjadi tidak berbau.
Selain menjadikan rokok tidak berbau, hasil pengubahan rokok menjadi smart particle memberikan pengaruh orang yang menghisap menjadi ngantuk, lidah tidak terasa lengket, tidak ada bekas bau di ruangan, lendir di tenggorokan keluar. Artinya merokok dapat menjadikan lingkungan menjadi bersih sehingga dapat dikaitkan dengan Global Warming.
Penelitian ini sejalan dengan teori modern fisika partikel dibuktikan bahwa aurum partikel digunakan untuk pengobatan kanker. Peneliti lain Jack Henningfield (1998) berpendapat nikotin adalah senyawa kimiawi yang menakjubkan, karena mengandung Au.
Penelitian dunia selalu berfokus kepada “akibat” atau “symptom” dan bukan menelusuri penyebab. Dengan mengubah pola pikir dan melibatkan para ahli berbagai bidang, sambil mencari metode penelitian baru dengan ”penyebab” sebagai landasan, maka solusi problem dunia akan terpecahkan.(ap)
Sumber http://www.technologyindonesia.com/news.php?id=1412
Penelitian akhir yang dilakukan Wanda Hamilton kebangsaan Amerika Serikat menjelaskan bahwa dalam rokok terkandung Gold/aurum/emas yang menjadikan perokok sehat. Bahkan orang Indian Amerika tempo dulu menggunakan tembakau sebagai obat. Dilaporkan juga partikel Aurum dapat digunakan untuk mengobati penyakit degenerasi terutama kanker. ( National Geographic, Juni 2006).
Wanda menemukan formulasi pengubahan racun hg/amalgam dalam rokok menjadi artificual aurum, kemudian memperkecil struktur asap menjadi partikel berenerget yang mampu menscavenger bau dan toxic material sehingga rokok menjadi tidak berbau.
Selain menjadikan rokok tidak berbau, hasil pengubahan rokok menjadi smart particle memberikan pengaruh orang yang menghisap menjadi ngantuk, lidah tidak terasa lengket, tidak ada bekas bau di ruangan, lendir di tenggorokan keluar. Artinya merokok dapat menjadikan lingkungan menjadi bersih sehingga dapat dikaitkan dengan Global Warming.
Penelitian ini sejalan dengan teori modern fisika partikel dibuktikan bahwa aurum partikel digunakan untuk pengobatan kanker. Peneliti lain Jack Henningfield (1998) berpendapat nikotin adalah senyawa kimiawi yang menakjubkan, karena mengandung Au.
Penelitian dunia selalu berfokus kepada “akibat” atau “symptom” dan bukan menelusuri penyebab. Dengan mengubah pola pikir dan melibatkan para ahli berbagai bidang, sambil mencari metode penelitian baru dengan ”penyebab” sebagai landasan, maka solusi problem dunia akan terpecahkan.(ap)
Sumber http://www.technologyindonesia.com/news.php?id=1412


